Welcome to Egi Gi

Pages

Saturday, April 19, 2014

Bioskop 23

       Hey ketemu lagi sobat blogger, sekarang gua ada sedikit cerita nih tentang tempat yang namanya bioskop 23 yang ga lain ga bukan kamar gua sendiri.

       Gua ber 3, ya sama adi sama ajay emang bukan orang yang punya banyak duit yang bisa di abisin setiap akir minggu buat nonton di bioskop, kita cuma 3 orang yang suka nunggu semua dari film yang kita suka bajakanya keluar, dan gua bisa jadi pembeli pertama kalo bajakan nya udah keluar, orang belom keluar aja udah gua tanyain tuh abang nya yang di pinggir jalanan itu, cara nanya gua juga harus hemat, soalnya kalo markir disitu bisa kena biaya jadi gua putusin buat sekongkol sama temen gua,

"nanti lo bawa motor gua, tp biarin gua jalan agak jauhan dulu, trus baru lo ikutin pelan-pelan"

"iya"

gua jalan agak cepet biar agak jauh ninggalin temen guanya, tp pas gua liat di belakang dia masih aja ngintilin gua, dalem otak gua yang briliant ini mikir, perasaan gua udah kasih tau dia dengan bahasa indonesia yang telah di sempurnakan deh, kalo gini sama aja gua kena parkir, dapet kaset belom tentu udah bayar parkir aja, sejalan disini ga mau rugi gua, enak aja tukang parkir.


     Akirnya setiap stand tukang kaset bajakan yang gua tanyain tuh belom pada punya kaset yang gua cari, mau ga mau pulang dengan bawa temen, ya kalo tangan kosong kan gua lagi bawa motor, sampe rumah gua, kita ber 3 nanggur tuh udah kaya jomblo yang direnggut kesucianya, sambil dengerin lagu yang kita sendiri ga tau apa artinya.


    Bioskop 23 di kamar gua ini sebenernya udah lama di operasikan, cuma baru dikasih nama akir-akir ini aja, masa iya sering nonton tapi ga ada namanya, coba lo bayangin aja kalo lo pacaran tuh ga tau nama pacar lo, parah lo.

    Kita ber 3 paling hobi nonton film horror, cuma kalo horrornya ngebosenin atau ga ada semi-semi nya, kebiasaan gua tinggal tidur, jadi biasanya yang paling tau cerita itu si adi, soalnya dia yang paling bertahan, ya bahkan sampe setatus sekarang yang lagi jomblo juga dipertahankan, tuh lowongan tuh.


    Sekarang seiring nyokap gua, gua ambekin terus, dipasanglah internet dirumah gua, jadi sekarang gua udah jarang beli kaset di pinggiran jalan, soalnya abang nya pada pindah ketengah jalan,
dan tetep aja, film favorit gua itu horror, sampe akirnya gua nonton film horror indonesia streaming sama ajay, tapi secara kebetulan kita juga pake baju yang sama, warna merah, itu kan tandanya berani harus nya, tapi apa yang kita dapet ?
iya kita berani nonton film horrpr tadi sambil naro tangan kita di deket mata masing, dan lo tau pas ada setan nya keluar ?
sisi kewanitaan kita pun ikut keluar, ya lo tau lah gimana itu.


   Ya mungkin segitu dulu kali ya cerita gua, besok atau kapan gua sambung lagi, ok see you, thanks for read

Friday, March 21, 2014

Adu cepat lidah bunglon sama jet tempur??

ADU CEPAT LIDAH BUNGLON SAMA JET TEMPUR??SIAPA YANG MENANG

Buku-buku teks zologi menjelaskan bahwa lidah balistik bunglon diperkuat oleh seutas otot pemercepat (akselerator). Otot ini memanjang ketika menekan ke bawah pada tulang lidah, yang berupa tulang rawan kaku di tengah lidah, yang membungkusnya. Akan tetapi, dalam sebuah penelitian yang telah disetujui untuk diterbitkan oleh majalah ilmiah Proceedings of the Royal Society of London (Series B), dua ahli morfologi yang memelajari kebiasaan makan bunglon menemukan unsur-unsur lain yang terkait dengan gerakan cepat lidah binatang ini.

Kedua peneliti Belanda ini, Jurriaan de Groot dari Universitas Leiden, dan Johan van Leeuwen dari Universitas Wageningen, mengambil film-film sinar X berkecepatan tinggi, yakni 500 bingkai per detik, dalam rangka menyelidiki bagaimana lidah bunglon bekerja ketika menangkap mangsa. Film-film ini menunjukkan bahwa ujung lidah bunglon mengalami percepatan 50 g (g = konstanta gravitasi). Percepatan ini lima kali lebih besar daripada yang dapat dicapai oleh sebuah jet tempur. Para peneliti ini membedah jaringan lidah dan menemukan bahwa otot pemercepat sama sekali tidak cukup kuat untuk menghasilkan gaya yang diperlukan ini sendirian. Dengan meneliti lidah bunglon,

mereka menemukan keberadaan sedikitnya 10 bungkus licin, yang hingga saat itu belum diketahui, di antara otot pemercepat dan tulang lidah. Bungkus-bungkus ini, yang melekat ke tulang lidah di ujungnya yang terdekat dengan mulut, teramati mengandung serat-serat protein berajutan spiral. Serat-serat ini memadat dan berubah bentuk ketika otot pemercepat mengerut dan menyimpan tenaga bagaikan seutas pita karet yang tertekan. Ketika mencapai ujung bulat tulang lidah, bungkus-bungkus yang ketat dan memanjang ini secara bersamaan menggelincir dan mengerut dengan kekuatan dan melontarkan lidah.

Secepat serat-serat ini menggelincir dari tulang lidah, bungkus-bungkus saling memisahkan diri bagaikan tabung-tabung sebuah teleskop, dan karena itu lidah mencapai jangkauan terjauhnya. Van Leeuwen berkata, “ini adalah ketapel teleskopis.” Ketapel ini memiliki ciri lain yang amat mencolok. Ujung lidah mengambil bentuk hampa pada saat menghantam mangsa. Ketika terlontar, lidah ini dapat menjulur sejauh enam kali panjangnya ketika istirahat di dalam mulut, dan dua kali panjang tubuhnya sendiri. Jelaslah bahwa bungkus-bungkus yang saling terhubung pada lidah bunglon ini tidak pernah dapat dijelaskan menurut evolusi. Sudah pasti, bunglon tidak dapat memikirkan dan merancang sendiri rancangan yang demikian rumit itu. Penciptaan ini menyingkapkan keberadaan Allah, Sang Maha tahu dan Mahakuasa. Tidak ada keraguan bahwa Allahlah, Yang Mahakuasa, Maha tahu, dan Mahabijaksana, Yang menciptakan bunglon.

Kakek 92 Tahun ini Nikahi Gadis 22 Tahun



Tahukah Anda? Bahwa di Irak, baru saja dilangsungkan pernikahan yang cukup unik, yaitu kakek berusia 92 tahun menikahi gadis yang masih bermur 22 tahun.

Seorang petani yang tinggal di desa Gubban, Irak, bernama Musali Mohammed al-Mujamaie (92 tahun) menikah dengan gadis yang usia 70 tahun lebih muda, Muna Mukhlif al-Juburi. Pria tersebut sudah mempunyai 16 anak dari pernikahan sebelumnya. Setelah 3 tahun ditinggal sang istri yang wafat, kakek ini menikah kembali.

"Saya sangat bahagia menikah bersama cucu-cucu saya," ujar Musali. "Saya merasa seperti baru berusia 20 tahun," lanjutnya seperti dikutip dari Weakly Leak

Musali mengatakan bahwa pernikahan dua cucunya yang berusia 16 dan 17 tahun berulang kali tertunda, sedangkan pernikahannya sendiri sudah dirancang. Karena itu, Musali memutuskan untuk menyelenggarakan pernikahan bersamaan dengan dua cucunya. Pernikahan ini sendiri berlangsung cuku meriah, ada sebuah pertunjukan musik dan tarian.

Pernikahan ini dilakukan selama empat jam, dengan pertunjukan musik dan tari, serta dihadiri oleh para pemimpin suku dan agama setempat.