Welcome to Egi Gi

Pages

Friday, March 21, 2014

Subhanallah, Beginilah Cara Tidur Hewan Yang Unik


Manusia punya waktu tidur ideal 7-8 jam sehari. Hanya pada kondisi tertentu orang bisa tidur sambil berdiri, atau misalnya separuh mata terjaga dan separuhnya tertidur. Bagaimanapun, kualitas tidur tidak optimal. Hal ini berbeda dengan jenis hewan tertentu yang punya keahlian tidur dengan cara unik.

Nah, fakta unik apa saja soal tidur dalam dunia fauna?

1. Kucing
Rata-rata kucing tidur selama 13 - 14 jam setiap hari, dan lebih banyak terbangun di malam hari. Ini juga berlaku bagi kucing-kucing besar seperti singa dan macan yang biasa berburu di malam hari.

2. Siput gurun
Kalau kamu pikir kucing hewan paling malas, tapi rekor tidurnya masih kalah dengan yang satu ini. Bahkan beruang, yang terkenal suka hibernasi (tidur panjang) selama musim dingin juga kalah jauh. Ya, inilah pemegang rekor terlama: siput gurun. Hewan yang satu ini bisa tertidur sampai tiga tahun berturut-turut tanpa terbangun.

3. Lumba-lumba
Lumba-lumba bisa berenang dengan sebagian otak mereka tertidur. Mereka bisa memiliki gelombang otak non-REM yang berfungsi sama seperti ketika manusia tidur, sementara sebagian otaknya tetap terbangun.

4. Kuda dan Sapi
Kuda dan sapi bisa tidur sambil berdiri. Namun mereka tidak mengalami tidur REM secara penuh. Ini menyebabkan kuda dan sapi tak bisa tidur nyenyak, hingga bermimpi, kecuali saat mereka tidur sambil berbaring.

5. Jerapah
Jerapah memiliki kemampuan yang unik dalam har menahan kantuk. Ini karena jerapah bisa bertahan terus terjaga hingga berminggu-minggu tanpa tidur siang.

6. Platypus
Saat tidur, platypus melakukan gerakan yang sama dengan saat dia sedang mencari mangsa. Ini kemungkinan besar untuk menutupi bahwa dia sedang tertidur, sehingga mangsa atau musuh tak akan berani mengganggunya.

7. Babon papio Afrika
Untuk menghindari pemangsa, monyet babon papio Afrika tidur di pucuk pohon tanpa berbaring. Mereka bisa tertidur sambil duduk dan berpegangan pada pohon.

8. Kelelawar
Kelelawar tidur dengan kepala menghadap ke bawah. Ini tentu bukannya tanpa alasan. Posisi ini menguntungkan saat ada pemangsa yang mendekat. Dengan begitu, mereka bisa langsung terbang untuk melarikan diri.

9. Albatros
Albatros adalah salah satu jenis burung yang memiliki kebiasaan tidur unik. Tak perlu mencari sarang untuk tertidur, karena burung albatros bisa tidur sambil terbang.

10. Semut
Kebanyakan orang mengira semut tidak pernah tidur. Padahal faktanya, semut pekerja bisa tidur sebanyak 253 kali dalam sehari. Bagaimana bisa? Ini karena mereka hanya menghabiskan waktu 1,1 menit saja untuk satu kali tidur.

Bajaj Tercanggih Di India Dilengkapi Wi-fi Gratis

Saben-unik, Semua orang tentu mengetahui apa itu bajaj. Biasanya, bajaj sangat jarang dipilih untuk masalah transportasi. Ini dikarenakan image bajaj yang sudah terlalu jelek dan biasanya digunakan oleh kalangan menengah kebawah. Namun sekarang bajaj sudah dilengkapi dengan teknologi canggih.

Pengemudi bajaj di India sengaja me-modifikasi bajaj miliknya agar terlihat lebih canggih dengan memasang Tv, Tablet, Ponsel, Charge ponsel, bahkan Wi-fi gratis. Tak ketinggalan, didalam bajaj tersebut dipenuhi dengan surat kabar, majalah, tabloid untuk memanjakan para penumpangnya.

G Annadurai ternyata orang yang berhasil membuat bajajnya menjadi canggih dan penuh dengan fasilitas lengkap. Annadurai adalah seorang supir bajaj dari Chennai, India. Dengan bajaj yang dimilikinya, ia langsung menjadi perbincangan heboh di negara Inggris, sementara di kotanya, ia menjadi sosok yang terkenal karena bajaj canggihnya itu.

Dia percaya bahwa jika ia melengkapi fasilitas yang ada di bajajnya maka tentu akan menarik pelanggan lebih banyak lagi bahkan memunculkan niat pelanggan untuk menggunakan jasanya berkali-kali. Berkat fasilitas ini juga Annadurai tidak sulit untuk mendapatkan pelanggan.

“kepuasan pelanggan adalah hal yang paling utama dalam pekerjaan saya. Pelanggan juga akan mendapatkan cokelat gratis di hari valentine” Ujarnya.

“bajaj saya memiliki fasilitas seperti televisi, charge ponsel dan juga Wi-fi. Namun, karena ada pelanggan yang tidak punya atau membawa ponsel, saya menyediakan tablet untuk pelanggan agar bisa menikmati Wi-fi yang sudah saya sediakan” Imbuhnya.

Pria baik hati ini juga menyediakan jasanya secara gratis kepada guru pengajar dan petugas rumah sakit. Sebagian penghasilannya pun ia sumbangkan kepada anak-anak agar bisa mendapatkan pendidikan.

Uniknya, Annadurai juga membagikan kupon kepada para pelanggan yang nantinya, kupon tersebut akan diundi dan pemenang mendapatkan sebuah hadiah menarik bahkan uang tunai.

Sungguh cara yang sangat bijak untuk menarik sebuah pelanggan.

Aneh, Negara Ini Tidak Pernah Turun Hujan

Jika kamu mengunjungi Peru, kemungkinan kamu akan mendengar seseorang berkata, ”Hujan tidak pernah turun di Lima”—ibu kota negara itu. Sambil menggigil dalam udara yang dingin dan lembap, kamu mungkin bertanya-tanya apakah benar demikian.

Mungkin pernyataan ini terlampau berlebihan. Namun ada benarnya juga. Peru memang jadi negeri dengan iklim unik di dunia ini. Kamu mungkin harus menunggu 20 tahun untuk merasakan air hujan turun dari langit.



Wilayah Peru terletak di gurun yang sangat luas di sepanjang Pesisir Pasifik Amerika Selatan. Tanah yang gersang ini membentang dari Gurun Sechura yang terletak jauh di sebelah utara Peru hingga Gurun Atacama di sebelah utara Cile.

Meskipun bertanah gersang, nyatanya pohon-pohon hijau tetap tumbuh subur di atasnya. Suhunya pun saat musim dingin bisa mencapai 14 atau 15 derajat Celcius.

Lantas bagaimana gurun di Peru terbentuk? Gurun pesisir ini terletak di antara Pegunungan Andes yang bergerigi dan Samudra Pasifik yang biru. Dari kejauhan, tampaknya tidak ada sesuatu pun di sepanjang pesisir kecuali bukit-bukit batu dan pasir yang tandus serta tidak rata dalam berbagai gradasi warna cokelat tua dan muda. Akibat erosi, banyak lereng bukit telah tertutupi batu-batu cokelat yang berjatuhan. Lambat laun, batu-batu ini menuruni lereng menuju laut, kadang-kadang didorong dengan lembut oleh gempa bumi yang sering terjadi di sini.


Sewaktu batu-batu itu mencapai pantai, deburan ombak di Pasifik sedikit demi sedikit menggilingnya menjadi pasir, yang oleh angin dibentuk menjadi bukit-bukit pasir berbentuk bulan sabit. Di beberapa bagian gurun yang sangat luas ini, tercatat tidak pernah turun hujan selama 20 tahun, menjadikannya salah satu tempat terkering di bumi.

Pertanyaan kedua, mengapa tak pernah turun hujan dan menjadikan tempat ini begitu kering? jawabannya berhubungan dengan angin pasat, yang berembus dari timur ke barat. Seraya angin tersebut bertemu dengan lereng Pegunungan Andes yang menjulang dan bergerigi bagaikan gergaji, ia dipaksa naik ke atas. Seraya bergerak naik melewati Andes, anginnya mendingin, sehingga menyebabkan kelembapan yang dibawanya berkondensasi dan turun sebagai hujan serta salju, sebagian besar di lereng pegunungan bagian timur. Jadi, pegunungan itu menciptakan daerah bayangan tak berhujan di atas lereng bagian barat.

Selain itu, baik Arus Peru, atau Arus Humboldt, yang dingin yang berembus ke arah utara Antartika maupun angin yang berembus dari Pasifik Selatan tidak mengandung banyak kelembapan. Semua faktor ini menghasilkan gurun yang sangat kering, walaupun tidak panas.

Pertanyaan ketiga, walau kering tapi mengapa sekaligus punya kelemabapan tinggi?

Pada musim dingin, selimut awan menggantung rendah di atas pesisir, dan kabut yang tebal, yang disebut oleh orang Peru sebagai garúa, datang bergulung-gulung dari Samudra Pasifik. Selama musim ini, bulan demi bulan bisa jadi berlalu tanpa sinar matahari sedikit pun, menyebabkan wilayah itu beriklim sangat dingin—suram, kata beberapa orang.

Meskipun wilayah tersebut terletak di daerah Tropis, suhu rata-rata musim dingin di Lima berkisar antara 16 dan 18 derajat Celsius. Pada musim dingin, kelembapan relatif dapat mencapai 95 persen tanpa hujan, dan penduduk Lima, disebut Limeños, yang beradaptasi dengan baik terhadap kondisi tersebut, membungkus tubuh mereka guna melawan hawa dingin yang lembap dan menusuk.

Kabut tipis musim dingin cukup untuk membasahi jalan-jalan di Lima dan juga untuk mengembalikan kehidupan tumbuhan gurun yang mati di bukit-bukit pesisir yang tinggi. Padang rumput hijau yang dihasilkannya dimanfaatkan oleh kawanan besar kambing, domba, dan ternak. Selain itu, sejak awal tahun 1990-an, beberapa desa di gurun telah menggunakan pengumpul kabut—jaring polipropilena besar, tempat kabut berkondensasi —guna menghasilkan air, dari awan yang menggantung rendah serta bermuatan kabut, untuk diminum dan mengairi kebun.

Namun, kelembapan yang berasal dari kabut dan awan tidaklah memadai bagi tumbuhan liar untuk tumbuh subur sepanjang tahun. Total curah hujan di Lima jarang melebihi 50 milimeter per tahun dan sebagian besar berasal dari kondensasi garúa. Oleh karena itu, satu-satunya tumbuhan hijau yang bertahan hidup di gurun pesisir tersebut adalah yang diairi oleh sungai-sungai kecil yang mengalirkan air pembawa kehidupan dari tempat tinggi di Andes yang berselimutkan salju. Dipandang dari angkasa, lembah sungai kecil itu tampak seperti pita hijau yang terentang di seantero gurun tersebut.

Bagaimana cara bertahan hidup di sini? Kebudayaan daerah pesisir kuno Peru—misalnya suku Chimu dan Mochica (atau Moche)—membangun sistem irigasi yang canggih. Seperti orang Mesir kuno, proyek pertanian yang ekstensif ini menopang peradaban yang sangat terorganisasi. Orang Peru kuno membangun kota-kota yang lebih maju, termasuk kuil-kuil piramida, tembok-tembok besar, dan waduk-waduk, dengan menggunakan batu bata.

Karena langkanya hujan, puing-puing ini terpelihara dengan baik, sehingga memberikan gambaran yang akurat bagi para arkeolog tentang kehidupan pada zaman pra-Columbus di Peru. Dewasa ini, banyak permu****n daerah pesisir masih bergantung pada terowongan air dan kanal yang telah dipugar, yang pertama kali dibangun ribuan tahun yang lalu.


Sebagaimana yang dipelajari oleh penduduk primitif gurun tersebut, tanah gurun sangat subur jika ada airnya. Berbagai proyek irigasi daerah pesisir Peru modern menyediakan air yang dibutuhkan untuk menanam beragam tanaman pangan, termasuk kapas, padi, jagung, tebu, anggur, zaitun, dan asparagus juga sayur-sayuran serta buah-buahan lainnya. Kini, lebih dari separuh populasi Peru sebanyak kira-kira 27 juta orang tinggal di sepanjang pesisir pantai yang sempit.

Sewaktu Hujan Akhirnya Turun
Namun, adakalanya hujan turun di beberapa bagian gurun tersebut, termasuk Lima. Setiap beberapa tahun, Arus Peru yang dingin menghasilkan air yang lebih hangat yang mengalir dari Pasifik sebelah barat. Fenomena ini, yang dikenal sebagai El Niño, menandai hujan yang segera turun. Beberapa El Niño yang luar biasa hebat melanda pada tahun 1925, 1983, dan 1997/98. Tidak mengherankan bila penduduk gurun, yang sudah terbiasa dengan keadaan hampir tidak ada hujan, tidak cukup siap untuk menghadapi curahan hujan yang deras beserta banjir yang menyusul.

Salah satu banjir semacam itu melanda Ica, Peru, pada tahun 1998. Sungai Ica merendam sebagian besar kota tersebut, dan rumah-rumah yang terbuat dari batu bata dan lumpur pun lenyap. Bagian-bagian lain dari gurun tersebut mendapat keuntungan, menyerap kelembapannya sehingga menjadi padang rumput yang sangat subur. El Niño terakhir mengubah sebagian besar Gurun Sechura menjadi taman hijau yang ditebari bunga-bunga nan indah.