Welcome to Egi Gi

Pages

Sunday, December 11, 2011

Kampuang awak

Sepintas lalu, sebuah surau yang terletak di Desa Seberang Pantai Kecamatan Kuantan Mudik hanya seperti surau biasa. Namun tidak bagi Sukarmis, surau ini ternyata memiliki nilai sejarah yang tinggi, dimana di surau ini dirinya pernah didoakan untuk bisa menang dalam pemilihan kepala daerah 2006-2011. Doa itu dipanjatkan ketika mau berangkat pergi kampanye di kecamatan itu.

Mungkin itu dianggap suatu keberuntungan bagi Sukarmis, namun keberuntungan tersebut sepertinya tetap diharapkan pada pemilukada kali ini (2011-2016), dimana diawal tahun 2011, dirinya menyempatkan diri untuk bersama masyarakat yang tergabung dalam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, suatu peringatan yang sekaligus pertemuan dengan sejumlah kader Perti di Kecamatan Kuantan Mudik.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Tarbiyah Islamiyah Kecamatan Kuantan Mudik Parman, MM mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksakan Pengurus Ranting Tarbiyah Islamiyah Desa Seberang Pantai dan di backup Pengurus Anak Cabang (PAC) Tarbiyah Islamiyah Kecamatan Kuantan Mudik, menghadirkan warga Tarbiyah yang betul-betul dalam hatinya masih kuat memegang ahlusunnah waljamaah.

Untuk itu kegiatan Peringatan Maulid merupakan puncak dari pelaksanaan wirid bulanan tahun 2010 karena Persatuan Tarbiyah Kecamatan Kuantan Mudik setiap tahunnya melaksanakan wirid bulanan dan diakhiri dengan peringatan Maulid Nabi pada tahun 2011.

Sementara itu Camat Kuantan Mudik Efrizon Marzuki, AP, M.Si dalam kesempatan tersebut mengatakan warga Tarbiyah Islamiyah Kuantan Singingi beruntung, karena mulai tahun 2006 sampai tahun 2011 Ketua Umum Tarbiyah Islamiyah Kuantan Singingi menjadi bupati.

Kedepan Isya Allah diharapkan warga Tarbiyah Islamiyah akan lebih beruntung, karena bukan hanya ketua umum Tarbiyah Islamiyah yang akan menjadi pemimpin Kuantan Singingi kedepan, tetapi Ketua Dewan Pembina (Drs. Zulkifli, M.Si, red) juga mendampingi untuk periode 2011-2016.

Dalam pada itu Ketua Umum Tarbiyah Islamiyah Kabupaten Kuantan Singingi H. Sukarmis mengatakan pemerintahan Kuansing 2006-2011 bupatinya orang Tarbiyah dan wakilnya orang Muhammadiyah. “Dulu wakilnya Mursini, orang Muhammdiyah,” kata Sukarmis.

Sekarang rencana, jika kompak selalu bupatinya ketua Tarbiyah Islamiyah, dan wakil bupatinya Ketua Dewan Pembina Tarbiyah Islamiyah. “Orang Tarbiyah keduanya,” tambahnya lagi lebih memfokuskan kalau mereka pasangan murni tarbiyah.

Dalam memimpin Kuansing, Sukarmis mengatakan kalau dirinya pernah mendapatkan penghargaan Kementrian Agama Republik Indonesia (RI) sebagai salah satu dari lima bupati terbaik di Indonesia dalam bidang agama.

“Waktu itu ada lima orang bupati, ada yang dia tu memang kiai, bapaknya kiai dan dia kiai, keduanya dapat piagam dari Kementrian Agama, ada anak kiai, terus ada bupati yang bekerja di daerah kiai,” kata Sukarmis.

Keberhasilan itu menurutnya erat kaitannya dengan sesuatu yang telah buat selama ini, dimana pemerintah menghimbau agar anak yang mau masuk SMP memiliki ijzah MDA (PDTA-red).

Juga Sukarmis dengan bangga, kalau posisinya menjadi bupati sekaligus Ketua Umum Tarbiyah Islamiyah telah mencetuskan berdirinya SMA Pintar, serta telah memperbaiki moral anak-anak Kuansing. “Kalau pulang cium tangan, sudah jauh berubah,” katanya menggambarkan moral anak-anak Kuansing.
Sukarmis juga mengatakan, kalau semua orang bisa membangun infrastruktur jika ada dana, tapi kalau membangun manusia sangat sulit. Salah satu cara membangun manusia itu menurutnya mendidik anak-anak di SMA Negeri Pintar, dimana disekolah itu diajarkan sejumlah bahasa, mulai dari Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Jerman dan Bahasa Indonesia.

Tamatan Sekolah Pintar diklaim Sukarmis jika mau masuk perguruan tinggi seakan pindah lokal saja, kalau dulu sangat sulit. Namun masih juga ada kendala seperti yang dialami salah seorang anak asal Gunung Toar, yang lulus di kedokteran dimintai uang oleh kampus yang bersangkutan. “Suadara harus membayar uang muka Rp 80 juta,” kata Sukarmis menirukan kalimat pihak fakultas yang meminta uang itu.

Mengalami hal tersebut, anak itu datang ke rumah Sukarmis pagi-pagi, namun hanya kata-kata “Tak dapek akal dek ambo,”. Setelah itu Sukarmis langsung pergi acara, namun dikatanya, kalau hal itu membuatnya seakan menjadi “penghianat”. Kalimat penghiatan itu diibaratkan karena kalau membangun ladang tidak selesai, setelah dicangkul, ditanam dan tidak dituai, berarti hal itu takbur yang disamakannya dengan penghianat.

Itu terkait sekolah pintar, warga Tarbiyah juga diingatkan Sukarmis tentang pelaksanaan Pemilukada Kuansing yang telah menjalani tahap demi tahap, sebulan yang lalu telah mendaftar, deklarasi, test kesehatan, ternyata sejumlah fitnah telah dilemparkan oleh lawan politik ke tengah masyarakat.

Isu yang pertama digulirkan lawan politik dimaksud, H. Sukarmis stroke, dilarikan ke Singapure, Malaysia dan Jakarta, isu lain calon wakil bupati Drs H Zulkifli, M.Si kena penyakit jantung dan tidak lulus test kesehatan. “Tolong berdiri Zulkifli, sehat,” katanya. Kemudian Sukarmis mengaku dirinya difitnah dengan tuduhan korupsi, ditambah tuduhan sekarang Sukarmis-Zulkifli kurang agamais. “Kurang agamonye, jenye ambo, ambo ngaku, ibu-ibu, bapak-bapak, kalau memang itu ambo mengaku, kalau ambo disuruah menjadi khatib, memang ambo dak mampu, ambo bukan seorang khatib, kalau ambo disuruahan jadi imam, ambo dak sanggup jadi imam do, kalau untuak khatib la ado urangnyo, kalau untuak imam la ado urangnyo, untuak pemerintahan, bupati la adolo urang-nga, kalau sado bupati, bontuak apo jadinyo, jadi imam, bupati, jadi khatib bupati, tukang kebun, bupati, tukang tuli, bupati, “ jelas Sukarmis membeberkan sejumlah fitnah yang beredar itu.

No comments:

Post a Comment